Kamis, 24 November 2011

GEJALA PERUBAHAN FONEM

Gejala perubahan fonem terbagi atas 12 jenis, yaitu:
  1. PEP (Penambahan) dan ASA (Pengurangan)
Contoh:
-          Nyah à enyah (penambahan [e] di awal)
-          lamp à lampu (penambahan [u] di akhir)
  1. Disimilasi
adalah pergantian atau penghilangan fonem yang seartikulasi; fonem yang sama dijadikan tidak sama.
Contoh:
-          sajjana à sarjana
-          saptu à sabtu
  1. Asimilasi
adalah pergantian fonem karena pengaruh fonem sekitarnya; fonem tidak sama dijadikan sama.
Contoh:
-          al salam à assalam
-          inpor à impor
-          me + pukul à memukul
  1. Metatesis
adalah pertukaran tempat atau etak fonem dalam sebuah kata.
Contoh:
-          serap à resap
-          kelikir à kerikil
  1. Haplologi
adalah penghilangan sebuah suku kata di tengah kata.
Contoh:
-          budhidaya à budaya
-          mahardika à merdeka

  1. Kontraksi
adalah pemendekan dua kata atau lebih.
Contoh:
-          tapian na uli à tapanuli
  1. Diftongisasi
adalah proses peubahan satu vokal menjadi diftong.
Contoh:
-          sentosa à sentausa
-          pulo à pulau
  1. Monoftongisasi
adalah perubahan diftong menjadi satu vokal.
Contoh:
-          pulau à pulo
-          satai à sate
  1. Sandi
adalah dua vokal berurut yang lebur menjadi satu vokal baru.
Contoh:
-          pesantrian à pesantren
  1. Adaptasi
adalah penyesuaian bentuk.
Contoh:
-          driver à sopir
-          goal à gol
-          download à unduh
  1. Analogi
adalah pembentukan kata berdasarkan kata yang sudah ada.
Contoh:
-          sastrawan à sastrawati

  1. Hiperkorek
adalah mencoba membetulkan kata yang tepat sehingga menjadi salah.
Contoh:
-          surga à syurga
-          pihak à fihak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Soccer Ball 4